Recently Published
Analisis Epidemiologi Kasus TBC Kabupaten/Kota Jawa Barat dengan Faktor Risiko Jenis Kelamin
Nisa Aliya Meiliana Nagu
UTS Epidemiologi - Analisis Epidemiologi Kasus TBC di Jawa Barat Tahun 2024
Kelompok 6 pada Mata Kuliah Epidemiologi, Statistika, FMIPA, Unpad.
Analisis Epidemiologi Kasus TBC Kabupaten/Kota Jawa Barat dengan Faktor Risiko Jenis Kelamin
Penelitian ini menyajikan hasil analisis epidemiologi dan spasial yang mendalam mengenai sebaran kasus Tuberkulosis (TBC) di Provinsi Jawa Barat dari tahun 2020 hingga 2024, berfokus pada peran faktor jenis kelamin dan pola spasial. Kami menemukan bahwa laki-laki secara konsisten memiliki risiko TBC sekitar 20 hingga 23% lebih tinggi (PR > 1.2) dibandingkan perempuan, menunjukkan adanya disparitas gender yang signifikan dan stabil selama periode observasi. Selain itu, uji Moran’s I (0.35; p < 0.01) mengonfirmasi adanya pola pengelompokan kasus yang kuat (clustering), di mana klaster risiko tinggi (hotspot) terkonsentrasi di wilayah urban padat seperti Bogor, Bekasi, dan Cirebon. Temuan ini menegaskan bahwa penyebaran TBC didorong oleh kombinasi kerentanan biologis pada host laki-laki dan faktor lingkungan perkotaan yang padat, sehingga penanggulangan TBC di Jawa Barat harus menerapkan strategi kesehatan masyarakat yang spesifik berdasarkan lokasi dan mempertimbangkan perbedaan risiko antar gender.